Sebagaimana
pendiri wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab dipenuhi dengan sejarah kelam dan
berdarahnya, demikian pula para pengekornya terutama raja Abdul Aziz di dalam
mendirikan kerajaan Arab Saudi yang dipimpinnya tak luput dari pertumpahan
darah kaum muslimin yang dibunuhinya bahkan setelah dibunuh mereka tega
merampok hasil peperangannya melawan kaum muslimin yang lemah tak berdaya, mereka
mengganggap bereprang layaknya berperang melawan kaum kafir.
Mungkin
sejarah ini jika ditulis oleh pihak selain mereka, maka mereka dengan segera
menggapnya cerita ini hanyalah bualan dan kedustaan saja. Tapi bagaimana jika
ternyata yang menceritakan sejarah kelam mereka adalah dari kalangan sejarawan
mereka sendiri bahkan disakiskan dengan mata kepalanya sendiri. Berikut sekilas
dari sejarah kelam yang dilakukan Abdul Aziz yang terangkum dalam kitab Unwanul
Majd fi Tarikh an-Najd karya Utsman bin Bisyr seorang sejarawan Saudi urutan
ketiga dari lima sejarawan Saudi yang paling diandalkan ulama wahabi :
وفيها
سار عبد العزيز رحمه الله بالجيوش المنصورة إلى الإحساء وأناخ بالموضع المعروف بالمطريفي
في الإحساء وقتل منهم رجالا كثيرا نحو السبعين رجلاً وأخذ أموالاً كثيرة، ثم أغار على
المبرز فقتل من أهلها رجالا
“ Dan pada
tahun 1176 H, Abdul Aziz Rahimahullah bersama bala tentaranya ke negeri Ihsa
dan berhenti di daerah Mathrifi di Ihsa, kemudian ia membunuh tujuh puluh orang
di sana dan merampas harta yang banyak, kemudian berlanjut lagi ke daerah
Mabraz dan juga membunuh banyak orang di sana “. (Unwan al-Majd fii Tarikh
an-Najd, Utsman bin Bisyr : 1/43)
=====================
-
Membunuh kaum muslimin yang masih bersyahadat Laa
ilaaha illallah tanpa rasa takut
-
Merampas harta kaum muslimin yang mereka bunuh
layaknya merampas harta kaum kafir
-
Maha besar Allah yang membeberkan sejarah kelam mereka
melalui tangan-tangan pengikut mereka sendiri tanpa mereka sadari.
(Shofiyyah An-Nuuriyyah)


Post a Comment